Minggu, 28 Oktober 2012

Mereka bertanya tentang Usamah, wahai orang Amerika.. Inilah Usamah!


Siraaj
Kamis, 26 Juli 2012 22:38:24
(Arrahmah.com) - Syaikh Usamah bin Ladinrahimahullah, seorang Ulama dan Mujahid yang telah menorehkan tinta emas yang sangat indah di kitab sejarah kaum Muslimin. Sosoknya yang kharismatik dapat membuat musuhnya sekalipun menyukainya. Seorang wartawan Barat yang pernah memiliki kesempatan berbicara langsung dengan Syaikh Usamah mengatakan bahwa "bicaranya pelan, tidak marah-marah, tetapi menakutkan."
Banyak orang Barat, terutama Amerika, yang sangat benci terhadap Syaikh Usamah akibat dari propaganda busuk yang disebarkan musuh untuk mendiskreditkan Syaikh Usamah. Ironisnya, banyak juga dari kalangan Muslim yang termakan konspirasi Barat. Berikut ini adalah sebuah penuturan tentang Syaikh Usamah untuk orang-orang yang masih meragukan kiprah sang 'Singa Islam' ini, terkhusus kepada orang Amerika, yang bertanya siapakah Syaikh Usamah dan mengapa ia begitu dicintai oleh kaum Muslimin? wahai orang Amerika.. Inilah Usamah:
***
Ini adalah surat yang ditujukan kepada saya oleh beberapa pemuda, mereka berkata bahwa salah seorang warga Amerika menulisnya di salah satu forum diskusi, dan mereka mengirimnya hingga sampai kepada saya. Mereka ingin saya menjawab pertanyaan orang Amerika ini, awalnya saya ragu-ragu, namun mereka berkata sepertinya dia adalah pemuda yang sedang mencari kebenaran, dan sebagai orang muslim kita tidak keberatan untuk menyampaikan kebenaran, jadi biarkan pemuda Amerika ini meminjamkan matanya dan membaca sedikit kata-kata sederhana yang mengggambarkan sosok Usamah… beginilah bunyi surat yang sampai ke saya:
"Saya seorang warga Amerika, dan saya sangat tidak percaya pada setiap yang pemerintah saya katakan. Saya tergerak karena cara media menyajikan perihal kematian Usamah bin Ladin. Saya pikir dia dibenci oleh orang islam karena caranya; begitulah yang dikatakan pemerintah. Saya sadar setelah kematiannya, bahwa sesungguhnya ia dicintai oleh kalian! Saya ingin tahu seberapa besar arti Usamah bagi kalian sebagai orang Islam. Saya ingin tahu kebenaran dari kalian, dan bukan dari media-media, karena saya tidak percaya pada mereka. Tolong jawab dengan singkat lagi jujur. Saya sangat ingin mengetahui kebenarannya."
Dan inilah jawabannya:
"Wahai orang Amerika.. Hari ini akan saya sampaikan tentang seorang pria yang ceritanya bagaikan seorang legenda, dan ia memang seorang legenda, legenda yang disaksikan oleh seluruh penduduk dunia.

Saya tidak tahu, wahai orang Amerika, seberapa jauh kalian tahu tentang islam, maka saya katakan kepada kalian bahwa umat islam memiliki tiga Masjid Suci, di antaranya: Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Rasulullah salallahu 'alaihi wasalam di Madinah, dan Masjid Al-Aqsa di palestina. Tidak ada tempat suci lain bagi umat islam selain ketiganya; saya mengurutkannya berdasarkan kepentingan dan arti kebesarannya bagi umat islam. Kalian mungkin tahu Ka'bah, bangunan berbentuk kubus berwarna hitam di Mekkah, jika kalian melihat disekeliling bangunan sederhana ini yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putra pertamanya Ismail, maka konstruksi yang mengelilinginya itu dibangun oleh ayahnya usamah "Muhammad". Jika kalian melihat gambar masjid suci Rasulullah salallahu 'alaihi wasalam di Madinah dan melihat bangunannya yang sangat indah, ayah Usamah-lah yang mendapat kehormatan untuk mengerjakan bangunan itu, dan ketika Masjid Al-Aqsa dibakar oleh orang-orang yahudi-beberapa dekade yang lalu-terdapat kesepakatan antara orang-orang arab untuk membangun kembali masjid tersebut, dan ayah Usamah jugalah yang kembali mendapatkan kehormatan untuk membangunnya.
Saya telah mengatakan ayah Usamah berasal dari Yaman, tapi saya belum mengatakan kepadamu bahwa ibunya berasal dari Syam (Suriah). Jadi Usamah adalah putra Yaman dan Syam; dua negeri ini berasal dari peradaban terbaik di dunia. Ia merupakan putra peradaban dan sejarah, tetapi ia lahir di Hijaz. Hijaz merupakan keajaiban Nabi Muhammad salallahu 'alaihi wasalam, jadi disini percampuran dari peradaban, sejarah, dan keimanan yang menyatu di dalam jiwa Usamah.
Popularitas dan bisnis ayah Usamah semakin berkembang ketika ia memberikan raja Jazirah Arab enam bulan gaji untuk para pekerjanya; kejadian ini terjadi pada saat krisis ekonomi di sana. Setelah itu, ia mendapat status yang tinggi dan dihormati oleh raja-raja dan pangeran Jazirah Arab. Dari rumah ini, dari keluarga ini, dari kehormatan dan kemuliaan ini, dan dari peradaban serta sejarah inilah Usamah berada.
Usamah tumbuh dengan aturan yang ketat dan baik, ayahnya-terlepas dari kekayaan dan popularitasnya- sangat berhati-hati dalam membesarkan anaknya dengan keseriusan, bekerja keras dan gigih. Jadi Usamah tumbuh kembang menjadi seorang yang relijius, serius dan pekerja keras tidak seperti anak orang kaya yang lain yang hidup serampangan karena kekayaan, status dan popularitas mereka.
Terjadi perubahan besar pada hidupnya ketika remaja seiring masuknya tentara merah Soviet ke tanah kaum muslimin di Afghanistan. Kabar ini mulai mencapai telinga negeri dua Masjid Suci-barat Jazirah Arab-dan Usamah didorong oleh sifat relijiusnya yang alami, dia mengikuti perkembangan berita tersebut bersama para pemuda di sana; namun dia tidak seperti mereka. Karena Usamah adalah pemuda yang berfikir positif dan tidak puas jika hanya mengikuti berita. Beberapa kali dia pergi ke Pakistan, negara tetangga Afghanistan.
Akhirnya, dia memutuskan untuk masuk ke Afghanistan pada tahun 1982, berarti sebelum usianya 29 tahun, dia telah berumur 25 tahun pada saat itu. Dia bersama Mujahid Afghan mengobarkan Jihad melawan Uni Soviet sampai mengalahkan mereka dan mengusir mereka keluar dari Afghanistan. Akibat peristiwa ini-yang melibatkan Uni Soviet-negara mereka menjadi Rusia dan kemudian banyak negara yang memisahkan diri darinya.
Ini baru awal pertama di dalam kehidupan Usamah muda. Lalu, peristiwa berbahaya yang mengubah wajah dunia terjadi. Masuknya tentera Amerika ke tanah Jazirah Arab pada tahun 1991 yang mana itu tempat tersuci bagi umat islam. Peristiwa ini terjadi setelah Saddam Hussain memasuki Kuwait pada tahun 1990. Usamah telah memberi peringatan perihal perkembangan Saddam kepada raja Jazirah Arab sebelumnya, tapi mereka tidak menggubris.
Setelah Saddam berhasil masuk ke kuwait, Usamah-bersama mujahidinnya-menawarkan kepada raja Jazirah Arab untuk menendang Saddam keluar dari Kuwait, namun mereka lebih memilih Amerika beserta bala tentaranya untuk masuk ke Jazirah Arab, tempat lahirnya Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam. Dan dugaan Usamah ternyata benar ketika dia menyatakan kepada khalayak bahwa tentara ini datang untuk menetap.
Kejadian ini sangatlah bersejarah yang sekaligus membawa perubahan pada dunia, inilah untuk pertama kali di dalam sejarah, tentara kafir memasuki negeri dua Masjid Suci, tentara ini diperkuat setengah juta pria bersenjata lengkap, dan ini pula pertama kalinya seorang raja Jazirah Arab mengizinkan tentara kafir memasuki bumi wahyu dan Jazirah Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam. Sangat tepat wahai, wahai orang Amerika, jika kamu tidak mempercayai pemerintah kamu, mereka berkata kepada dunia bahwa peristiwa 9/11 adalah momen bersejarah dari perubahan; tapi kebenarannya ialah peristiwa 9/11 adalah sebuah reaksi ringan atas peristiwa besar yang mana jazirah arab dijajah oleh tentara kafir.
Setelah Soviet keluar dari Afghanistan pada tahun 1989, terjadi beberapa konflik di antara sesama orang Afghan. Usamah memilih untuk tidak ikut dalam perang lokal ini lalu dia pergi ke Sudan, dan memulai beberapa program amal dan politik. Namun pemerintahan Amerika tidak suka dengan kehadiran Usamah di Sudan, yang membuat pemerintah Sudan menekan Usamah untuk meninggalkan negara itu. Ketika Usamah merasa tidak nyaman disana, dia memutuskan untuk kembali ke Afghanistan, dan para Mujahidin senior berkumpul disekitarnya lagi, lalu mereka menunggu sampai Taliban menguasai kota-kota Afghanistan.
Ketika Usamah melihat kejujuran dan kesungguhan Taliban untuk membuat perubahan berarti di Afghanistan, maka kemudian mereka membuat aliansi bersejarah di antara mereka, Usamah berperang bersama Taliban melawan kelompok-kelompok Afghan lain sampai mereka berhasil mempersatukan hampir keseluruhan Afghanistan, lalu Usamah menjadi orang terbaik dan sahabat terdekat para petinggi Taliban serta pemimpin mereka "Mullah umar".

Mereka lau menyatakan perang terhadap Amerika, mereka juga menyadari bahwa Amerika merupakan dalang dibalik berbagai bencana yang menimpa mat islam. Dan Usamah menyatakan bahwa Amerika harus meninggalkan negeri Arab.
Amerika berperan dalam penangkapan dan pengejaran terhadap Mujahidin dimana-mana, termasuk memerintahkan negara-negara Arab untuk menangkap siapa saja yang kembali dari Afghanistan dan menempatkan mereka dipenjara dan menyiksa mereka dengan kejam.
Banyak peperangan terjadi antara muslim melawan kafir di Bosnia, Chechnya, Kosovo, Sudan, Somalia, Philippina, China, dan Kashmir; Umat Islam disana tertekan dan Usamah membantu mereka dengan mengirim orang dan uang sehingga mereka bisa bebas dari kezhaliman dan ketidak-adilan. Apa yang Usamah lakukan ini membuat dia dikenal luas oleh umat islam.
Usamah dan kelompoknya meyakini bahwa Amerika yang menjadi akar dari semua masalah yang menimpa umat islam, karena mendukung rezim diktator di negara-negara Muslim. Juga, karena korupsi orang-orang yang berkuasa di dunia islam, dan menghalangi negara-negara ini untuk membangun dan berkembang. Kejahatan terbesar Amerika adalah membantu Yahudi di Palestina: mereka menyediakan dana dan senjata canggih untuk membunuhi umat Islam di sana, dan Palestina-sama seperti jazirah Arab-sangat istimewa bagi umat Islam.
Bangsa Arab telah tinggal di Palestina sebelum Nabi Ibrahim 'alaihis salam lahir, kamu mungkin tahu-dari kitab sucimu-bahwa Ibrahim berhijrah dari Irak ke Palestina dan bangsa Arab sudah ada di sana, lalu ia memiliki anak Ismail dan Ishak, dan Ishak memiliki anak Ya'kub, Ya'kub inilah "israel" (semoga kebaikan selau tercurah kepada nabi-nabi Allah). Ya'kub hijrah ke Mesir dan menetap bersama keturunannya selama 400 tahun, lalu mereka meninggalkannya di bawah kepimpinan Musa 'alaihis salam ke wilayah Labirinth di Sinai dan menetap disana selama 40 tahun. Kemudian anak cucu Israel masuk ke Palestina dan mengusir bangsa Arab. Sebagai umat Islam, kita yakin bahwa pada saat itu mereka bangsa Israel pantas berada di Palestina karena bangsa Arab pada saat itu kafir sedangkan keturunan Israel beriman kepada Allah, Sang Pencipta.
Keturunan Israel menetap di Palestina selama berabad-abad, kemudian Allah mengutus 'Isa, putra maryam 'alaihimus salam lalu orang-orang Yahudi tidak mempercayainya dan menindas pengikutnya. Lalu Allah memerintahkan kepada para pengikut 'Isa untuk merebut Palestina dari orang-orang Yahudi karena mereka meninggalkan agama Musa dan tidak percaya pada 'Isa ('alaihimus salam). Selanjutnya Palestina di bawah pemerintahan pengikut 'Is -yang dengan cepat berubah sesuai aturan Allah-, sampai bangsa Arab pengikut Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam merebut kembali Palestina dari bangsa Romawi. Kemudian berada pada kekuasaan umat Islam selama 13 abad. Dan ketika umat Islam tersesat jauh dari agamanya dan petunjuk Rasulullah, Allah menetapkan pendudukan Inggris-Perancis atas mereka, dan Inggris mengambil alih Palestina, namun umat Islam tidak merubah keadaan mereka dan kembali ke ajaran agamanya. Maka Allah menghukum mereka dengan penguasaan tanah yang diberkati kepada orang-orang yang sangat benci dan kejam terhadap mereka: bangsa Yahudi.
Tanah Palestina tidak akan dirampas dari umat islam melainkan karena mereka menjauh dari ajaran agamanya, hal ini disadari oleh umat Islam yang peduli, kemudian mereka mulai mengajak untuk kembali kepada ajaran agama agar dapat membebaskan Palestina. Banyak ulama telah berkorban dalam hal ini, salah satunya Usamah bin Ladin yang mengajak umat Islam untuk kembali ke ajaran Islam yang murni, agar Palestina dapat kembali lagi ke tangan umat Islam.
Pengenalan sejarah ini penting untuk mengetahui pemikiran, kepercayaan dan ideologi seorang Usamah. Saya tidak tahu, wahai orang Amerika,  jika kamu mengikuti berita tentang dia; tapi saya akan mengingatkan tentang janjinya setelah peristiwa 9/11 ketika dia mengatakan: "aku bersumpah kepada Allah yang meninggikan langit tanpa tiang, bahwa Amerika jangan pernah bermimpi untuk hidup aman sebelum kami merasakan keamanan di palestina dan sebelum semua tentara kafir keluar dari tanah Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam". Siapapun yang mengetahui sejarah Usamah, ia akan sadar bahwa Usamah hidup untuk memenuhi janjinya.
Mereka pemerintah Amerika mengatakan bahwa Usamah seorang teroris, dan kami tidak meragukannya, yang kami ragukan adalah arti dari terrorisme yang belum mereka jelaskan!! Amerika mengobarkan perang dengan: Jepang, Jerman, dan Uni Soviet. Bayangkan jika Jepang menduduki California, Washington, Seattle dan Arizona. Apa yang akan kamu lakukan!! Jika jerman menduduki Washington D.C dan Florida atau jika Soviet menduduki Georgia, New York, dan Virginia; apakah kamu akan diam saja di rumah dan menunggu sampai mereka pergi kapanpun mereka mau!!
Apa yang terjadi jika sebagian warga Amerika melakukan perlawanan terhadap pendudukan Jepang atau Hitlerisme Jerman atau Soviet!! Apakah mereka termasuk teroris?! Bagaimana jika warga Amerika meledakkan bom di Jepang dan Jerman atau Soviet akibat pendudukan ini!! Apakah ini termasuk tindakan terrorisme?!
Kami tidak meragukan bahwa dia (Usamah) adalah seorang teroris, ia meneror musuhnya; yang jadi pertanyaannya adalah: alasan kenapa Usamah menjadi teroris!!
Saya akan beritahu sedikit tentang Usamah, dia seorang yang ramah, sedikit bicara, sedikit tertawa, sangat pemalu, sangat dermawan, dan hidup dalam kesederhanaan. Meskipun dia orang kaya tapi hidupnya seperti orang miskin, makan seperti mereka, juga tidur seperti mereka, lalu ketika kamu berbicara dengannya, dia akan mendengarkan kamu sampai kamu merasa hanya kamulah temannya, dia rendah hati; dia menyukai puisi, literatur, dan bacaan, dia senang berkuda, siapapun yang duduk bersamanya akan menyukainya walau itu musuhnya, diakibatkan kesopanan dan sikap hormatnya kepada orang lain. Dan di atas semua itu; dia cerdas mewarisi kecerdasan leluhurnya, dia pemberani mewarisi keberanian peradaban asalnya, dan dia beriman mewarisi keimanan tanah kelahirannya.
Inilah kelebihan Usamah, dan mereka tidak berlebihan dalam hal ini, siapapun yang melihatnya, menerap bersamanya, dan bertemu dengannya akan merasakan hal ini. Jadi, mari kita pikirkan: bagaimana bisa seseorang dengan kelebihan tersebut menjadi teroris!!
Seperti yang saya katakan: Usamah lahir di Jazirah Arab, dan orang-orang di negeri ini adalah mereka yang mencintai kebebasan. Tidak ada bangsa dipermukaan bumi ini yang mencintai kebebasan seperti bangsa ini, dan inilah kenapa orang-orang Jazirah Arab memilih untuk tinggal di gurun selama puluhan abad daripada berimigrasi ke kota-kota maju yang terdekat. Karena mereka tidak suka berada di bawah kekuasaan seorang raja atau kaisar. Mereka hidup bebas selama berabad-abad di negeri yang langka akan air, tumbuhan dan binatang, dan dengan kehidupan yang keras dan kasar: mereka sangat bangga dan amat menghargai diri mereka, hal ini yang membuat mereka tidak mau menjadi budak, untuk diatur atau dipolitisasi.
Sepanjang sejarah, mereka tidak pernah diperintah oleh seorang raja atau komandan, kecuali setelah datangnya Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam dan beliau memimpin mereka dengan agama, dan jika bukan karena agama maka tidak akan ada seorangpun yang berhasil memimpin mereka, karena orang-orang di negeri ini tidak akan memberikan kekuasaan kepada seorangpun kecuali kekuasaan Allah subhana wa ta'ala.
Latar belakang ini sangat penting untuk mengerti betapa besar kebencian bangsa Jazirah Arab secara umum-dan Usamah khususnya-terhadap tentara Amerika yang telah mengotori negeri mereka dan menjajah negara mereka, mungkin kamu tahu nama Jazirah Arab dengan nama "kerajaan Saudi Arabia" yang diambil dari nama keluarga "Al-saud", yang dipersatukan oleh ayah dari raja yang berkuasa sekarang-namanya Abdul aziz-. Di bawah kekuasaannya melalui kekuatan pedang dia menyatakan niatnya untuk memerintah dengan islam.
Maka penduduk Arab berperang bersamanya untuk bersatu di bawah naungan agama. Namun kemudian mereka mengetahui bahwa Abdul Aziz didukung oleh Inggris, kemudian oleh Amerika dan kemudian putranya mengizinkan tentara Amerika masuk ke Jazirah Arab dengan dalih dalam usaha untuk membebaskan Kuwait. Maka, pengkhianatan raja Arab dan anak-anaknya terhadap agama menjadi jelas.
Usamah, wahai orang Amerika, melancarkan peperangan terhadap negaramu karena alasan berikut:
  • Pertama : menjajah Jazirah Arab negeri turunnya wahyu islam.
  • Kedua : memerangi umat Islam di beberapa negeri mereka.
  • Ketiga : mendukung pemerintahan diktator di negeri-negeri umat Islam.
  • Keempat : memerangi Islam dan berusaha menyebarkan metodologi yang menyimpang di negeri Islam dan berusaha untuk merusak akhlak dan nilai murni kaum Muslimin.
  • Kelima : berhasilnya pemerintahan Amerika membunuh jutaan umat Islam dalam waktu tiga dekade terakhir.

Masalahnya bukan pada apa yang telah dikatakan oleh media kalian, kenyataanya adalah kebanyakan umat Islam di dunia membenci pemerintahan Amerika, juga membenci aturannya dan mengutuknya siang dan malam, dan apa yang kalian lihat di televisi yang memperlihatkan dukungan pemerintah Amerika terhadap negara-negara arab adalah sesuatu yang dibuat-buat, atau lewat agen yang menipu rakyat mereka, karena mereka tidak mewakili umat Islam, dan kebanyakan mereka bukan orang Islam. Sebagian dari mereka di negeri Islam ada yang Atheis, Opportunis dan Karisis layaknya seperti di Amerika-tapi mungkin dalam skala yang lebih besar-dan merekalah yang memiliki media, uang dan kendali, dan mereka tidak akan memilikinya tanpa bantuan dari pemerintah Amerika.
Kalian bertanya mengenai realita apa artinya Usamah begi kami, baiklah saya akan memberi tahu atas nama umat Islam di dunia.
Usamah mewakili kebudayaan Islam asli yang bersatu dengan keagungan islam, Usamah mewakili suara hati umat Islam dan jiwa kebebasan yang menginspirasi generasi baru umat islam.
Usamah, wahai orang Amerika, adalah contoh kebenaran yang memerangi penindasan sepanjang sejarah. Usamah, wahai orang Amerika, adalah lelaki yang mempersembahkan keuntungan politiknya hanya untuk umat Islam dan dalam rangka melayani mereka, ia seperti George Washington yang mempersekutukan Amerika dan mempersatukan Amerika memimpin Amerika melawan Inggris, ia seperti Lincoln yang membebaskan perbudakan di Amerika dan mempersatukan wilayah utara dan selatan, dan ia seperti Martin Luther yang berjuang untuk kebebasan warga kulit hitam di Amerika.
Namun Usamah berbeda dengan mereka karena ia seorang Muslim yang berperang dan berstrategi untuk aqidah dan agamanya, dan berbeda dengan mereka karena ia berjuang untuk kemerdekaan global dan bukan untuk nasionalitas atau untuk ras lokal atau wilayah, dan ia berbeda karena musuhnya adalah: semua pemerintah tirani yang menindas bangsanya sendiri atau bangsa lain di dunia ini, dan jika kamu melihat siapa yang memerangi Usamah, maka kamu akan melihat bagaimana pemerintahan yang terkenal karena penindasan mereka terhadap rakyat dan penjarahan atas kekayaan bangsa bersekutu melawan Usamah, karena itulah Usamah membongkar para penguasa tiran tersebut dan mengajak rakyatnya untuk berdiri melawan dan menuntut hak mereka, dan ini yang membuat kebanyakan pemerintahan di dunia mengejarnya dan berusaha untuk membungkam suaranya sehingga orang-orang tetap tertidur dan mereka para tirani berada dalam kebebasan untuk menindas dan menjarah kekayaan rakyat.
Usamah, wahai Amerika, menghabiskan hidupnya untuk mempersatukan umat Islam, dan dalam rangka untuk membebaskan mereka dari ikatan perbudakan yang dililitkan ke leher-leher mereka oleh para penguasa, para penguasa yang bersekutu dengan pemerintahan Amerika,  Usamah berjuang untuk kehormatan kaum muslimin dan agama mereka. Usamah, wahai orang Amerika, adalah contoh dari kejujuran, kemurnian dan kecemburuan dari nilai-nilai kemanusiaan, itu kebenaran yang kamu ketahui dan rakyat Amerika lainnya ketahui secara praktis tidak terwujud dengan kebijakan Gedung Putih dan dengan pemerintahan dari barat dan timur dibumi ini.
Usamah, wahai orang Amerika, adalah hal terindah yang telah berlalu dari permukaan bumi,  saya berkata begitu karena kebanyakan pemerintah di dunia merubah kebenaran menjadi kebohongan dan menjadikan politik untuk kepentingan peribadi, sedangkan Usamah mengembalikan politik keasalnya, kepada arti sesungguhnya dengan mereka yang berilmu dan berpengetahuan, baginya politik adalah: mengembalikan hak, kebenaran, kepercayaan, kehormatan dan memberi serta membagi uang orang dan mengorbankan dengan cara-cara memenuhi kepentingan mereka.
Mungkin, wahai orang Amerika,  kamu tidak mengetahui arti dari kata-kata ini, dan kami tidak menyalahkanmu, karena kamu hidup dilingkungan yang mementingkan diri sendiri, mencintai diri sendiri, dan kepalsuan serta penindasan tersembunyi dalam bentuk kapitalisme, dan agresi terselubung dibalik nama demokrasi.
Saya tidak tahu se-berbudaya apa kalian, dan saya tidak tahu apakah kalian mengerti apa yang saya tulis, tapi saya tidak bisa menggambarkan Usamah kecuali dengan kata-kata yang mulia ini, karena ia lelaki mulia yang hidup di zaman dimana kemuliaan itu langka, karena ia berasal dari era para kesatria yang luhur, dari era para petempur yang terhormat dan dari era para komandan yang setia.
Usamah, wahai orang Amerika,  adalah seluruh kebajikan yang sedang diperangi oleh pemerintahmu dimuka bumi, dia tidak seperti apa yang diklaim oleh pemerintahmu yang bangkrut, Usamah adalah moralitas yang telah dilucuti dari para pemimpin negaramu dan juga oleh khalayak, Usamah adalah kebangsawanan yang kamu baca di dalam buku-buku sejarah.
Apa arti seorang Usamah bagi umat Islam!!
Usamah, wahai orang Amerika, adalah kelompok dari ribuan orang yang mati kerena ingin mencapai kehidupan yang lebih baik untuk semua, dan mengorbankan apa yang paling berharga dari mereka agar umat setelah mereka mendapatkan yang terbaik dari apa yang pantas mereka dapatkan, Usamah, wahai orang Amerika,  adalah jiwa dari umat ini yang denyut nadinya hidup di dalam tubuh yang tinggi lagi ramping!
Usamah, wahai orang Amerika, adalah suara kebenaran di zaman kerusakan, dan suara kehormatan di zaman kesombongan dan suara kemuliaan pada zaman kelalaian, Usamah adalah memori manusia pada masa yang penuh kepikunan, Usamah adalah jantung yang berdetak pada ranjang kematian anak manusia.
Setiap nama memiliki arti dalam sejarahnya, dan Usamah dalam budaya Arab berarti: singa, dan sumpah bersejarahnya yang telah terekam desegenap penjuru bumi hanyalah sebuah auman dari singa ini, setelah itu dia kembali kesarangnya digua tora bora, pergunungan Sulaiman dan hindu kush, menunggu untuk menyerang mangsanya, dan mungkin kamu tahu bahwa singa tidak banyak bersuara sebelum menerkam mangsanya seperti halnya Usamah, sangat sedikit kata-katanya, dan sangat jarang berbicara.
Usamah, wahai orang Amerika, seorang Singa Islam, yang tidak akan membiarkan tikus berada di atas tubuhnya, dan ketika mengaum, mereka akan lari tanpa menoleh ke belakang, nama Usamah cukup membuat takut setiap serigala dan rubah yang ingin menerkam daging anak manusia.
Wahai orang Amerika, katakan kepada siapa saja yang berada dibelakang rakyatmu, bahwa Usamah itu hidup dihati setiap Muslim yang bebas, dan sumpah sejarahnya telah terukir dihati setiap Muslim, dan keamanan semakin menjauh dari orang-orang Amerika sekarang, dan hari-hari mereka yang datang akan sangat menentukan di dalam sejarah bangsa mereka, karena anak-anak Usamah dan saudara-saudaranya sudah memutuskan untuk mengakhiri sejarah Amerika untuk selamanya.
Barangkali, wahai orang Amerika, kamu tercengang dengan pernyataanini dan kamu sudah bertanya karena ingin tahu, padahal kamu menyedari bahwa negara kamu memiliki kekuatan kemapanan materi yang membuatnya nampak mempesona dibumi, tetapi wahai orang Amerika, kamu tidak tahu realita aqidah jika menyatu dengan hati seorang mukmin, untuk berperang bukanlah dengan senjata, tidak juga dengan amunisasi, malah yang mengarahkan genderang kemenangan adalah hati manusia.
Usamah, wahai orang Amerika, mewakili kekuatan Islam yang menguasi bumi lebih dari 1200 tahun, sedangkan tidak ada yang mengenal Amerika pada dunia lampau, dan Amerika tidaklah ditemukan oleh colombus kecuali setelah ia mendapat peta yang digambar oleh para ulama Muslim di Andalusia dan Italia, jadi keberadaan anda sekarang berkat beberapa ulama islam dimasa lampau yang menyebabkan renaisans di Eropa dan Amerika, Renaisanslah yang membuat fakta itu kabur, fakta bahwa hal tersebut telah dicuri dari kebudayaan Islam.
Usamah, wahai orang Amerika, datang mengingatkan umat Islam tantang budayanya, mengingatkan mereka tentang kejayaannya, dan mengingatkan kembali perjalanan sejarahnya, dan berkata kepada mereka, kembalilah kepada agama-mu untuk meraih kembali kedudukanmu yang sesungguhnya di antara bangsa-bangsa di dunia, umat islam tidaklah diciptakan kecuali untuk memimpin umat manusia, dan tidak diadakan kecuali untuk mendominasi di atas seluruh bangsa, dan Allah subhana wa ta'ala telah memutuskan dalam kitab-nya yang dia katakan kepada Nabi Muhammad kebenaran ini, dengan cara yang paling mendalam dan jelas ketika dia berfirman:
"Dialah yang telah mengutus rasul-nya dengan membawa petunjuk (Al-qur'an) dan Agama yang benar untuk dimenangkan-nya di atas segala agama…" dia berkata hal ini setidaknya ada pada tiga tempat di Al-Qur'an.
Usamah, wahai orang Amerika, adalah titik balik baru di dalam sejarah dunia, karena Usamah telah membangkitkan semangat Islam di dalam dada setiap muslim yang tertidur lelap. Dan dia mewarnai dengan darahnya bingkai kejaaan yang hendak dihapus dari kehidupan umat Islam. Tahukah kamu, wahai orang Amerika, kamu akan terkejut jika tahu bahwa banyak kaum muslimin di beberapa tempat saling mengucapkan selamat kepada yang lain atas kesyahidan Usamah, dan beberapa dari mereka membagikan manisan ditengah orang-orang!! Apakah kamu mengerti arti dari membagikan manisan disaat kematian orang yang paling mereka cintai!?
Jika urusan ini ditangan saya, saya akan korbankan hidup saya dan semua anak-anak saya agar Usamah tetap hidup di tengah-tengah kita, tapi saya sampai sekarang tidak menitikkan setetespun air mata untuk Usamah, dan jika saya menangis, saya menangis terhadap diri saya sendiri karena tidak meraih apa yang Usamah raih, banyak orang berbicara tentang tujuan dan hak-hak mereka, tapi hanya sedikit yang siap mati untuk memperjuangkan hak-hak tersebut, dan Usamah, wahai orang Amerika,  tidak hanya bersiap untuk mati, namun dia mengharapkan kematian itu setiap saat, karena mati di atas jalan aqidah itu adalah cita-cita teragung di dalam keyakinan seorang mukmin sejati.
Mungkin saya telah kepanjangan menyampaikan hal ini kepadamu, namu saya belum menyebutkan kecuali sedikit dari yang sedikit tentang Usamah dan apa arti Usamah bagi umat Islam, jika saya tahu hal ini tidak akan membuatmu bosan, saya ingin membuat kamu membaca untuk beberapa hari lagi tentang Usamah dan artinya bagi umat islam, dan kebenaran dari seorang Usamah.
Dan mungkin akan saya simpulkan saja dalam kalimat singkat dan memintamu untuk memikirkannya secara mendalam…
Budaya Kebenaran Dan Kemuliaan Manusia, Itulah Usamah…
***
Ditulis Oleh:
Syaikh Hussain bin Mahmud (Semoga Allah Menjaganya)
Ditulis Seminggu Setelah Syahidnya Syaikhul Imam Usamah Bin Ladin (Semoga Allah Menyayanginya Dan Menerimanya)
Sumber: 
INFORM Foundation For Media Productions
Language and Translation Department
Download
***

Sejarah Jihad di Bosnia: Sepenggal kisah perjuangan kaum Muslimah di bawah kekejaman perang salib



Siraaj
Kamis, 29 Maret 2012 22:07:17
(Arrahmah.com) - Perang yang dipaksakan di Serbia (kelanjutan perang Salib -red) telah mengubah wajah Bosnia-Hezergovina. Desa Jornia Toliba, di dekat sungai Sava dihancurluluhkan. Rumah-rumah penduduk berubah menjadi puing-puing hangus. Pohon-pohon yang semula menghijau tinggal tinggak kayu dengan ranting-ranting hitam. Sebuah Masjid tinggal tumpukan bata berserakan. Serbia hanya menyisakan mimbar dan sebilah papan bertuliskan "Muhammad, saw".
Milisi Serbia yang disebut "Chetnik" mengarahkan moncong-moncong senjata otomatisnya ke pintu-pintu jendela Masjid ketika jama'ahnya sedang shalat. Rentetan tembakan segera menyalak tanpa jeda ditingkahi dentuman granat. Maka Masjid itu pun segera kehilangan bentuk. Setelah itu, para Chetnik itu mengais-ngais reruntuk (reruntuhan) mencari-cari mayat korbannya, lalu menuangkan arak di atas jasad-jasad yang tak lagi utuh itu, dan menorehkan dua garis bersilangan (salib) di tubuh-tubuh mereka.
Pada hari berikutnya, jenazah-jenazah korban pembantaian bengis itu dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam keranda oleh orang-orang Islam yang selamat. Seorang perempuan berdiri di samping keranda-keranda itu sambil menangis. Semua anggota keluarganya ada di dalam keranda-keranda itu. Semuanya lenyap dalam satu hari. Ia sendiri selamat, karena pada saat kejadian berlangsung, ia sedang berada di desa lain.
Bagaiamanakah Chetnik-chetnik Serbia itu dapat mengenali orang-orang Islam, padahal mereka berpakaian sama dengan etnik Serbia? Mudah saja. Milisi Serbia itu menelanjangi orang-orang yang dicurigainya. Bila ternyata orang itu berkhitan maka dia Muslim. Cara seperti ini mereka lakukan di Bilina. Orang-orang yang didapati berkhitan mereka bunuh. Mereka menorehkan dua garis bersilangan (salib) dengan pisau di tubuh-tubuh orang Islam. 
Di sebuah Masjid di Bilina, milisi mereka memilih dua orang jama'ah Masjid itu dan menyiksanya. Setelah itu, mereka menghamburkan pelurunya ke arah jama'ah yang lainnya. Pada hari itu, 40.000 penduduk Bilina segera mengungsi.
Di setiap daerah yang berhasil dikuasai Serbia, didirikan kamp-kamp tawanan wanita-wanita muda Muslimah. Kehormatan wanita Muslimah telah dihalalkan dalam situasi perang seperti itu.
oOo
Menyaksikan pembantaian Ayah, ibu dan adik laki-lakinya di hadapan matanya
Madihah Hiyanutis, seorang Muslimah Bosnia berusia 24 tahun, mempunyai dua saudara. Saudara perempuan berusia 22 tahun, sedangkan yang laki-laki berusia 15 tahun. Madihah sudah dipinang anak pamannya yang bernama Adib. Apakah yang terjadi pada gadis yang tengah menunggu hari perkawinannya ini?
Saat itu keluarganya sudah menutup pintu rumahnya, karena ayahnya, seorang imam Masjid, menyuruhnya demikian. Ayah Madihah mengingatkan bahwa kelompok Chetnik mulai mengarahkan sasarannya ke daerah-daerah yang merupakan basis Islam dan membunuh setiap laki-laki serta menawan para wanita.
Madihah sedang berada di rumah tetangganya, ketika ia tiba-tiba mendengar suara tembakan disusul jeritan dari arah rumahnya. Tetangganya melarang Madihah untuk keluar rumah agar tidak menjadi korban. Milisi Serbia memiliki daftar nama para Imam, ulama, dan pengajar sekolah-sekolah agama. Maka alamat orangtua Madihah pun didatangi. Ketika mereka menemukan rumah Madihah,para Chetnik itu langsung menembaki pintu rumahnya.  Mereka memperlakukan ayah Madihah dengan hina dan keji tanpa memperdulikan jeritan ibu dan saudara-saudara Madihah. Pada saat itu, Adib datang menghampiri rumah Madihah. Milisi Serbia pun menangkapnya, dan mengikatnya bersama-sama ayah, ibu dan saudara laki-laki Madihah. Setelah mereka menyeret saudara perempuan Madihah keluar agar dapat menyaksikan nasib yang menimpa orangtuanya.
Chetnik-chetnik itu menuangkan arak ke tubuh imam Masjid itu, kemudian menorehkan dua garis bersilangan (salib) di keningnya, dan akhirnya membantainya. Tindakan keji yang sama juga mereka lakukan kepada Adib, saudara laki-laki Madihah, dan terakhir ibunya. Semua ini dilakukan di hadapan tatapan mata saudara perempuannya. Pembantaian itu tidak sempat berlajut, karena pejuang Muslim segera datang menyerbu, sehingga para Chetnik itu melarikan diri.
Kemalangan-kemalangan seperti yang dialami keluarga Madihah juga dialami oleh ribuan keluarga Muslim lainnya, hanya saja kisahnya berbeda-beda. Nuha Kamaluddin, seorang mahasiswa perguruan tinggi di Sarajevo menyaksikan penyekapan para wanita muda di Sarajevo dan teror di seluruh sudut kota. Di ibukota Bosnia yang porak poranda itu, Parta Nasional Serbia membagi-bagikan brosur yang berbunyi, "Kembalilah ke pangkuan Tuhan agar tidak terjadi perkara suci". Yang dimaksud "perkara suci" itu adalah pembantaian.
Nuha Kamaluddin lari dari Sarajevo bersama ibunya dengan meninggalkan ayah dan saudara laki-lakinya di kota yang tengah membara. Nuha berangkat tengah malam bersama rombongan pengungsi. Rombongan ini menempuh jarak yang sangat jauh melewati dataran-dataran tinggi, dengan punggung sarat dengan tas dan kantong-kantong dan dengan diliputi kekhawatiran terhadap penyergapan tiba-tiba dari milisi Serbia. Sebuah perjalanan panjang, dengan deraan rasa lapar dan letih, menuju suatu harapan yang samar-samar, tentu bukanlah perjalanan yang ringan bagi rombongan yang terdiri dari orang-orang tua, para wanita yang diantaranya sedang hamil dan anak-anak ini.
Beberapa jam setelah mereka meninggalkan Sarajevo, seorang wanita yang sedang hamil mengalami pendarahan karena kelelahan yang tak tertanggungkan. Ia segera dibantu oleh rekan-rekannya sesama wanita, sementara dua orang anaknya yang berusia 5 dan 3 tahun menambah kepanikan dengan tangis mereka. Beberapa jam kemudian, wanita itu melahirkan, dan meskipun ia masih dalam keadaan teramat lemah dan letih, ia harus segera melanjutkan perjalanan bersama rombongan, sebab menunda perjalanan lebih lama merupakan resiko besar untuk seluruh rombongan. Namun, baru beberapa kilometer setelah melanjutkan perjalanan, ia tak sanggup lagi melangkahkan kaki. Ia meninggal dan dikuburkan di tengah perjalanan. Bayi yang baru dilahirkannya dan baru beberapa saat saja merasakan kehangatan pelukan ibunya di tengah udara dingin pegunungan yang menggigit itu, menangis tak henti. Salah seorang wanita berusaha untuk menyusuinya, namun bayi mungil yang dalam kondisi sangat lemah itu menolak. Akibatnya, beberapa jam kemudian bayi itu menyusul ibunya. Tinggallah dua orang anak almarhumah yang meratap dalam ketidakmengertiannya.
Akhirnya, dengan sisa-sisa tenaga yang ada, rombongan pengungsi tiba di kota Dirfanta yang dikuasai pejuang Muslim. Namun, rombongan yang telah melakukan perjalanan jauh dalam dingin, lapar dan letih ini disambut dengan dentuman bom Serbia. Banyak anggota rombongan yang meninggal, diantaranya adalah salah satu dari dua anak yang baru ditinggal mati ibunya itu. 
Sisa rombongan yang masih sanggup melangkah, beringsut meninggalkan Dirfanta. Anak yang tinggal sebatang kara, ditinggal mati ibu dan dua orang saudaranya itu terselamatkan, meski dengan lengan luka, Ia kemudian di rawat di rumah sakit Salafushi Barud. Bukan hanya lengannya yang luka itu, tetapi ia telah hilang ingatan. Kalaupun ia sembuh nanti, entah kemana ia akan melangkahkan kaki.
Beberapa organisasi misionaris bersedia membantu dan mendidik anak-anak Bosnia yang terlantar, tetapi kemanakah saudara-saudara seiman? Mengapakah dunia Islam bungkam? mengapa pertolongan-pertolongan, bantuan dana dan makanan hanya datang dari organisasi-organisasi Islam yang bersifat swasta? mengapa tidak ada yang turun ke rumah-rumah sakit untuk menolong anak-anak Bosnia dari luka-luka yang di deritanya dan menolong untuk menyelamatkan aqidahnya?
Banyak pertanyaan yang membingungkan. Jika bantuan nyata tak dapat segera diberikan, do'a harus senantiasa dipanjatkan ke langit untuk saudara-saudara kita yang sedang melancarkan jihad itu, dalam sujud, pada waktu pagi dan petang, dan pada setiap waktu. Mereka sekarang sedang menyusun barisan dan senantiasa siap menghadapi Serbia.
Para dokter menjadikan beberapa rumah yang tak lagi utuh sebagai rumah-rumah sakit. Saudari-saudari kita Muslimah bertindak sebagai perawat-perawat, baik di rumah-rumah sakit, ataupun di medan-medan tempur. Syi'ar mereka adalah tekad untuk mendapatkan satu diantara dua kebaikan, MENANG atau MATI SYAHID.
oOo
Disalin dari: Buku "Jihad di Bosnia" oleh Muhammad Abdul Mun'im, terbitan Yayasan Al-Mukmin JAKTIM, tahun 1992
(siraaj/arrahmah.com)

Jumat, 26 Oktober 2012

Bila shalat hari raya jatuh pada hari Jum'at



Bilal
Kamis, 25 Oktober 2012 21:31:26
(Arrahmah.com) - Alhamdulillah, besok umat Islam kembali bersuka-cita menemui hari raya 'Idul Adha, 10 Dzulhijjah bertepatan 26 Oktober 2012. Istimewanya, kali ini hari raya jatuh pada hari Jum'at, sehingga umat sekaligus mendapatkan dua hari raya dalam satu kesempatan.
Namun banyak diantara kaum muslim sendiri yang masih awam tentang bagaimana menyikapi keadaan antara bertemunya ibadah shalat sunnah hari raya 'id dengan shalat Jum'at. Ada sebagian yang setelah melaksanakan shalat 'id di pagi hari, lalu tetap melaksanakan shalat Jum'at di siang harinya. Lalu ada sebagiannya yang lebih memilih shalat dzuhur karena memiliki hujjah telah mengerjakan shalat 'id. Namun ada juga yang malah menggugurkan dua kewajiban tersebut, tidak shalat Jum'at dan meniadakan juga shalat dzuhur. Bagaimana petunjuk Rasulullah dalam hal ini?
Iyas bin Abi Ramlah asy-Syami berkata, "Saya menyaksikan Muawiyyah bin Abi Sufyan bertanya kepada Zaid bin Arqam, "Pernahkah engkau mengalami dua hari 'id berkumpul (yaitu shalat 'id dengan shalat Jum'at) di masa Rasulullah?" Zaid bin Arqam berkata, "Pernah." Muawiyyah bertanya lagi, "Apa yang beliau lakukan?" Zaid menjawab,
صَلىَّ النَّبِيَّ صَلَّ الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ الْعِيْدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِي الْجُمُعَةِ ثَمَّ قَالَ: مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّي.
Artinya, "Nabi saw melakukan shalat dua hari raya, kemudian beliau memberi kemurahan pada shalat Jum'at seraya bersabda, "Barangsiapa hendak melakukan shalat (Jum'at) lakukanlah."(HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)
Ibnu Abbas ra berkata bahwa Rasulullah bersabda,
 "Telah berkumpul dua hari raya pada hari kalian ini, maka barangsiapa yang hendak meninggalkan Jum'at–itu sudah mencukupinya, namun kami menggabungkannya, insyaa Allah."(HR.  Ibnu Majah)
Dari Abu Ubaid, ia berkata,  "Aku telah menyaksikan dua hari raya bersama Utsman bin Affan saat itu hari Jum'at, maka beliau shalat sebelum khutbah, lalu berkhutbah, lalu berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya ini adalah hari yang berkumpul padanya dua hari raya, maka barangsiapa yang ingin menunggu shalat Jum'at dari penduduk desa-desa maka dia boleh menunggunya, dan barangsiapa yang ingin kembali maka aku telah mengizinkannya." (HR. Bukhari dan Imam Malik)
Ali bin Abi Thalib ra berkata mengenai berkumpulnya dua hari raya,
" Barangsiapa yang ingin menggabungkan, maka dia boleh menggabungkan, dan barangsiapa yang ingin duduk (dirumahnya), maka dia boleh duduk."  (HR. Abdur Razaq dalam Al-Mushannafdan Ibnu Abi Syaibah)
Dan hadits Atha' bin Abi Rabah yang berkata,
"Telah shalat bersama kami–Ibnu Zubair—di hari raya pada hari Jum'at pada awal siang. Lalu kami datang untuk shalat Jum'at, namun beliau tidak keluar bersama kami, maka kamipun shalat sendiri, dan ketika itu Ibnu Abbas sedang berada di Thaif. Ketika kami datang, maka kami ceritakan hal itu kepada beliau, beliau lalu berkata, "Ia telah menepati sunnah." (HR. Abu Dawud)
Dalam fatwa Lajnah Daimah lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta' (yang diketuai oleh Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad Alu Syaikh dan beranggotakan tiga orang ulama' kibar, yaitu Abdullah bin Abdur Rahman Al-Ghadayan, Bakr bin Abdullah Abu Zaid, dan Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, no: 21160 tanggal 8/11/1420 H, berkenaan dengan hari raya 'id yang bertepatan dengan hari Jum'at, disimpulkan bahwa:
  1. Bagi kaum mu'minin yang telah melaksanakan shalat 'id, maka diberikan rukhshoh (keringanan) untuk tidak melaksanakan shalat Jum'at, namun wajib menggantinya dengan shalat dzuhur.
  2. Bagi kaum mu'minin yang tidak melaksanakan shalat 'id, maka ia tetap berkewajiban untuk melaksanakan shalat Jum'at.
  3. Tidak ada keringanan bagi panitia masjid yang biasa menyelenggarakan shalat Jum'at dan imam shalat Jum'at untuk meliburkan aktifitas ini. Hal ini dimaksudkan untuk memberi kemudahan kepada kaum mu'minin yang tetap berkeinginan untuk menunaikan shalat Jum'at meski telah mendapat keringanan untuk menggantinya dengan shalat dzuhur, dan terutama diperuntukkan bagi kaum mu'minin yang tidak melaksanakan shalat 'id.
  4. Pada keadaan ini, maka kumandang adzan hanya diperdengarkan di masjid-masjid yang tetap melaksanakan penyelenggaraan shalat Jum'at.
Dalam satu poin diatas terdapat pula ketetapan bagi pihak panitia masjid yang biasa menyelenggarakan shalat Jum'at bahwa menurut pendapat jumhur ulama', pihak masjid dan imam shalat Jum'at tidak memiliki rukhshoh (keringanan) untuk meliburkan diri dari pelaksanaan shalat Jum'at. Hal ini disebabkan bahwa masih adanya kewajiban shalat Jum'at bagi mereka yang tidak menunaikan shalat 'id, serta masih adanya sebagian kaum muslim yang tetap ingin melaksanakan shalat Jum'at meskipun telah mengerjakan shalat 'id. Oleh karena itu, apabila pihak masjid meniadakan hal ini, tentu saja akan menyulitkan umat yang membutuhkan fasilitas berjama'ah tersebut. Namun ketetapan ini juga bisa terlaksana apabila jumlah jama'ah shalat Jum'at telah memenuhi syaratnya, yaitu minimal duabelas orang laki-laki, sesuai yang terdapat dalam hadits berikut,
Dari Jabir ra, ia berkata,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ يَخْتُبُ قَائِمًا فَجَاءَتْ عِيْرٌ مِنَ الشَامِ فَانْفَتَلَ النَّاسُ إِلَيْهَا حَتَّى لَمْ يَبْقَ إِلاَّ اثْنَا عَشَرَ رَجُلًا.
Artinya, "Bahwasanya Rasulullah pernah berkhutbah sambil berdiri. Tiba-tiba datanglah kafilah dari negeri Syam, lalu orang-orang berhamburan menuju kafilah tersebut sehingga yang tinggal di dalam masjid hanya ada duabelas orang saja." (HR. Muslim)
Sebagai peringatan, bahwa masih ada diantara umat muslim mukallaf  yang terkena kewajiban shalat Jum'at, namun karena ketidak-fahaman bahkan karena memperturutkan hawa-nafsunya yang senantiasa dilanda futur, sehingga mereka melalaikan kewajiban tersebut. Kepada golongan yang dimaksud, Rasulullah pernah menyampaikan sebuah peringatan;
Diriwayatkan dari Al-Hakam bin Mina' bahwasanya Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah ra memberitahukan bahwa keduanya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda,
لَيَنْتَهِيَنَ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ عَلَى قُلُوْبِهِمْ, ثُمَّ لَيَكُوْنَنَّ مِنَ الْغَافِلِيْنَ.
Artinya, "Hendaklah orang yang suka meninggalkan shalat Jum'at itu menghentikan perbuatan mereka atau Allah Azza wa Jalla membutakan hati mereka, lalu mereka benar-benar menjadi orang yang lalai." (HR. Muslim)
Sholat Jum'at pada hakikatnya memiliki banyak keutamaan, diantaranya seperti yang disebutkan dalam hadits berikut:
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda,
مَنِ اغْتَسَلَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَصَلَّى مَا قَدِّرَ لَهُ ثُمَّ أَنْصَتَ حَتَّى يَفْرُغَ الْإِمَامُ مِنْ خُطْبَتِهِ ثُمَّ يُصَلِّي مَعَهُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَ بَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى وَ فَضْلُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ.
Artinya, "Barangsiapa yang mandi, lalu mendatangi shalat Jum'at, lalu melakukan shalat semampunya, lalu ia diam (mendengarkan) hingga imam selesai dari khutbahnya, lalu melaksanakan shalat bersama imam, niscaya diampuni dosa-dosanya diantara hari itu dan hari Jum'at berikutnya ditambah tiga hari (setelahnya)." (HR. Muslim)
Dan dari Abu Burdah ra, dari ayahnya ra yang berkata,
سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُوْلُ: هِيَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الْإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ.
Artinya, "Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Waktu (terkabulnya do'a) itu ialah antara imam duduk (diantara dua khutbah) hingga dilaksanakannya shalat." (HR. Muslim)
Demikian, semoga bermanfaat.
Wallahu 'alam bishowwab.
--------------------------------------------
Oleh : Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman